dadaku ini sesak
March 24th, 2008 by l-manoharaoleh kebahagiaan
penderitaan
keyakinan
keinginan
harapan
penyesalan
kepercayaan
pengingkaran
…
bagaimana jika
ia meledak
tumpah tak terkendali?
oleh kebahagiaan
penderitaan
keyakinan
keinginan
harapan
penyesalan
kepercayaan
pengingkaran
…
bagaimana jika
ia meledak
tumpah tak terkendali?
…setiap peristiwa di jagat raya ini adalah potongan-potongan mozaik. terserak di sana sini, tersebar dalam rentang waktu dan ruang-ruang. namun perlahan-lahan dia akan bersatu membentuk sosok…
(sang pemimpi; 72)
grup ini namanya aneh. musiknya juga aneh, tapi asik. waktu denger lagu ini pertama kali agak ‘lost‘ juga. tapi setelah lihat video klipnya jadi ‘cling‘.
PERMINTAAN HATI
Letto
terbuai aku hilang
terjatuh aku dalam
keindahan penantian
terucap keraguan hati yang bimbang
yang terhalang kepastian cinta
aku hilang
aku hilang
tersabut kabut malam
terbiasnya harapan
yang tersimpan
sepi tak bertuan
terasa kerinduan hati yang bimbang
yang terhempas kepastian cinta
dengarkanlah permintaan hati
yang teraniaya sunyi
dan berikanlah arti pada hidupku
yang terhempas
yang terlepas
pelukanmu
bersamamu
dan tanpamu
aku hilang selalu
aku hilang
aku hilang
alas kethu adalah tempat main masa kecilku, childhood playground.
setengah mati memanjat tinggi untuk bisa makan buah ‘kecacil’ yang kecutnya bukan main… ngumpulin buah mahoni, yang masih utuh atau yang sudah pecah… melempar bijinya ke udara dan melihatnya turun perlahan seperti baling-baling… berbekal arit, memotong akar-akar yang bentuknya aneh dan unik untuk dibikin tongkat (ntah juga tongkat untuk apa…)… petak umpet di sela ilalang… atau tiduran di atas tumpukan guguran daun mahoni ketika musim kemarau…
aku inget pengalaman cabut gigiku yang pertama. aku di bawa ke rumah sakit oleh ibu. waktu namaku dipanggil oleh si suster, alih-alih aku segera masuk ruang periksa. aku berdiri, lalu lari. ibuku berteriak-teriak memanggilku, aku tidak peduli. aku begitu ketakutan dan terus berlari…. sampai ke alas kethu. aku di sana sampai … lupa. mungkin sampai sore, atau cuma sampai siang? yang jelas di sana aku merenung sendiri, kenapa harus lari sejauh itu (at least 2km!) karena takut dicabut gigi? daripada dicabut ibu pake benang?
lalu aku minta maaf ke ibu dan besoknya minta diantar ke rumah sakit lagi. aku lupa ibu marah atau tidak. kalau aku yang jadi ibu mungkin aku jengkel juga. tapi yang jelas ibu mau mengantarku. dan ternyata… dicabut giginya emang sakit. jaman dulu gak dikasih bius kaya jaman sekarang, dokternya main cabut aja. tapi mau bagaimana lagi?
dua hari yang lalu di sebuah forum aku mendengar berita, pemerintah kabupaten wonogiri sedang bekerja sama dengan pemerintah provinsi guang xi china, membahas rencana ‘menyulap’ alas kethu menjadi zona industri, yang akan memberikan lapangan pekerjaan bagi 15.000 tenaga kerja.
di atas segala alasan yang diungkapkan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sebagainya dan sebagainya… aku tetep sedih. seingatku itu hutan lindung.
‘bukan’, kata bapak itu
‘iya’, kataku
‘bukan’
‘iya’
‘gampang, tinggal dibikin bukan’ jawabnya santai.
OH!
if only I could turn back time
I’d go to when you first said your name and I said mine
and I’d choose not to talk to you
or even look at you
‘coz what following it after
are things which make me suffer
…
beautiful pain.
Live in reality
stand your ground
take your destiny
realize where you belong
I can’t live a parallel life
coz it has a tunnel between
for me to pass through
from one to the other
and it connected both in anyway
hari ini sukses jadi operator LCD dadakan.
grogi.
aku mending di suruh nyanyi di panggung.
mana si pembicara bolak-balik bilang, ‘lanjut mas..’
gak kelihatan apa, aku pake kudung?
Rihanna….
Unfaithfull….
Mengalun…
Membangkitkan gairahku…
Tubuhku meregang…
Melentur…
Aku menunduk…
Menengadah…
Dan kita bergerak bersama
Ke kanan…
Ke kiri…
Bergeser…
Dari satu sisi ke sisi yang lain
Apakah ini hanya perasaanku?
Ruangan terasa menjadi hangat… panas…
Begitu pula tubuhku…
Dan jantungku berdetak semakin cepat
Dan kita bergerak semakin kuat
Berputar..
Ke depan…
Ke belakang…
Melompat..
Nafas pun memburu
Dan aku berteriak
Di tengah gairah yang semakin meninggi
Hingga akhirnya kita melambat lagi
Menelungkup di lantai
Mengulir tubuh
Wajahku terasa panas
Badanku berkeringat, namun segar
Rasanya nyaman sekali
Aerobic bener-bener menyenangkan!
tiba-tiba saja si ibu ini masuk ke ruanganku dan menggerutu (atau mengomel?) berkepanjangan di hadapan pakde, atasanku. dia marah-marah karena sebagai MC acara di lantai VI dia tidak dipegangi susunan acara dan daftar nama pembicara, sehingga menyebabkan kekacauan dan mempermalukan dirinya dan para pembicara.
wait a minute… setahuku acara hari ini bukan tanggung jawab departemen kami. ya… tapi emang koordinator seluruh rangkaian acara dalam 3 hari ini adalah departemen kami,sih. aku tidak mengira penanggung jawab hari ini segitu sembrono.
dia masih saja nyerocos, bahkan ketika pakde memanggilku, ‘dik, tolong bawain susunan acara dan daftar pembicara untuk lusa’.
kubawakan, dan kuletakkan di meja pakde. aku berusaha mendengarkan keluhan si ibu, dan mencerna apa yang dia harapkan.
‘dik La tolong siapkan yang dia butuhkan buat lusa’, kata pakde.
‘dengan ini?’, aku menunjuk kertas yang barusan kuletakkan, untuk memastikan bahwa yang kusiapkan memang harus berdasar daftar itu.
‘ini bukan susunan acara’, kata si ibu, juga menunjuk kertas itu.
‘jadi bagaimana? acara yang tadi bagaimana sih?’, tanyaku. maksudku, aku bisa berbuat berdasarkan jalannya acara hari ini, antisipasi supaya besok tidak terjadi kekacauan lagi.
’sudah tidak usah urusin yang tadi’, si ibu bicara tetap dengan nada tinggi, dan jarinya menunjuk-nunjuk padaku. ‘bla.. bla… bla…’
dengan nada sama tinggi (atau mungkin setengah nada lebih tinggi), aku pun berkata padanya, ’saya hanya ingin memastikan apa yang salah tadi, sehingga bisa saya siapkan apa yang diperlukan besok. dan saya akan siapkan saat ini juga!’
dia diam.
pakde diam.
kuambil daftar dari meja pakde, kubawa ke komp, dan mulai bekerja berdasarkan pemahaman atas pendengaran terhadap sebuah omelan panjang.
aku sedang diare, dehidrasi, dan sibuk. dan aku sama sekali sedang tidak bernafsu melayani intimidasi, bahkan dari seorang senior. aku mungkin sedang berlaku tidak sopan dan membuat si ibu sakit hati. well, kalau aku mau aku bisa juga merasa sakit hati pada telunjuknya yang menuding kepadaku…
aku tidak tahu, tidak melihat, tidak mendengar bagaimana dia meninggalkan ruangan. sampai kudengar pakde berdiri di belakangku dan berkata, ‘tolong buatkan untuk 3 acara lainnya sekalian ya’
‘yes, sir’