Archive for March, 2008

parallel

Friday, March 14th, 2008

Live in reality

stand your ground

take your destiny

realize where you belong

I can’t live a parallel life

coz it has a tunnel between

for me to pass through

from one to the other

and it connected both in anyway

operator LCD

Friday, March 14th, 2008

hari ini sukses jadi operator LCD dadakan.

grogi.

aku mending di suruh nyanyi di panggung.

mana si pembicara bolak-balik bilang, ‘lanjut mas..’

gak kelihatan apa, aku pake kudung?

heat up

Thursday, March 13th, 2008

Rihanna….

Unfaithfull….

Mengalun…

Membangkitkan gairahku…

Tubuhku meregang…

Melentur…

Aku menunduk…

Menengadah…

Dan kita bergerak bersama

Ke kanan…

Ke kiri…

Bergeser…

Dari satu sisi ke sisi yang lain

Apakah ini hanya perasaanku?

Ruangan terasa menjadi hangat… panas…

Begitu pula tubuhku…

Dan jantungku berdetak semakin cepat

Dan kita bergerak semakin kuat

Berputar..

Ke depan…

Ke belakang…

Melompat..

Nafas pun memburu

Dan aku berteriak

Di tengah gairah yang semakin meninggi

Hingga akhirnya kita melambat lagi

Menelungkup di lantai

Mengulir tubuh

Wajahku terasa panas

Badanku berkeringat, namun segar

Rasanya nyaman sekali

Aerobic bener-bener menyenangkan!

beyond seniority

Wednesday, March 12th, 2008

tiba-tiba saja si ibu ini masuk ke ruanganku dan menggerutu (atau mengomel?) berkepanjangan di hadapan pakde, atasanku. dia marah-marah karena sebagai MC acara di lantai VI dia tidak dipegangi susunan acara dan daftar nama pembicara, sehingga menyebabkan kekacauan dan mempermalukan dirinya dan para pembicara.

wait a minute… setahuku acara hari ini bukan tanggung jawab departemen kami. ya… tapi emang koordinator seluruh rangkaian acara dalam 3 hari ini adalah departemen kami,sih. aku tidak mengira penanggung jawab hari ini segitu sembrono.

dia masih saja nyerocos, bahkan ketika pakde memanggilku, ‘dik, tolong bawain susunan acara dan daftar pembicara untuk lusa’.

kubawakan, dan kuletakkan di meja pakde. aku berusaha mendengarkan keluhan si ibu, dan mencerna apa yang dia harapkan.

‘dik La tolong siapkan yang dia butuhkan buat lusa’, kata pakde.

‘dengan ini?’, aku menunjuk kertas yang barusan kuletakkan, untuk memastikan bahwa yang kusiapkan memang harus berdasar daftar itu.

‘ini bukan susunan acara’, kata si ibu, juga menunjuk kertas itu.

‘jadi bagaimana? acara yang tadi bagaimana sih?’, tanyaku. maksudku, aku bisa berbuat berdasarkan jalannya acara hari ini, antisipasi supaya besok tidak terjadi kekacauan lagi.

’sudah tidak usah urusin yang tadi’, si ibu bicara tetap dengan nada tinggi, dan jarinya menunjuk-nunjuk padaku. ‘bla.. bla… bla…’

dengan nada sama tinggi (atau mungkin setengah nada lebih tinggi), aku pun berkata padanya, ’saya hanya ingin memastikan apa yang salah tadi, sehingga bisa saya siapkan apa yang diperlukan besok. dan saya akan siapkan saat ini juga!’

dia diam.

pakde diam.

kuambil daftar dari meja pakde, kubawa ke komp, dan mulai bekerja berdasarkan pemahaman atas pendengaran terhadap sebuah omelan panjang.

aku sedang diare, dehidrasi, dan sibuk. dan aku sama sekali sedang tidak bernafsu melayani intimidasi, bahkan dari seorang senior. aku mungkin sedang berlaku tidak sopan dan membuat si ibu sakit hati. well, kalau aku mau aku bisa juga merasa sakit hati pada telunjuknya yang menuding kepadaku…

aku tidak tahu, tidak melihat, tidak mendengar bagaimana dia meninggalkan ruangan. sampai kudengar pakde berdiri di belakangku dan berkata, ‘tolong buatkan untuk 3 acara lainnya sekalian ya’

‘yes, sir’

out of reach

Tuesday, March 11th, 2008

Berjalan di deretan sepatu

ada yang menarik

kutarik dan kulihat harganya

… out of reach

Berjalan di deretan baju

ada yang cantik

kutarik dan kulihat harganya

… out of reach

Berjalan di deretan tas

ada yang bagus

kutarik dan kulihat harganya

… out of reach

Without knowing before

I always interested in

out of reach things

ARTHUR

Sunday, March 9th, 2008

Kiss_2

akhirnya

setelah sekian lama

aku tidak menemuinya

bukan karena aku tidak mau

tapi aku tidak bisa, keadaanku

sungguh pun dia tahu

aku merasa dia tidak mengerti itu

akhirnya

setelah sekian lama

aku tidak menemuinya

hanya memandangnya sekali waktu

sungguh pun aku tak tahu

apa dia merasakan penderitaanku

seolah penderitaan hanya miliknya

dan kusentuh wajahnya

darahku menggelegak

luapan rindu yang tertahan

dan kukecup keningnya

air mataku berlinang

kian lama kian deras

seiring kukecup bibirnya

sejenak dipandanginya aku

seolah bertanya kenapa

dan dia tahu kenapa.

manohara

Saturday, March 1st, 2008

orang sering bertanya sebenarnya aku ini orang mana

katanya namaku bukan nama jawa

jawa banget lagi…

mudah-mudahan ini bisa cukup menjelaskan