Hari ini harus ke Klaten. Seperti biasa, kalo mau ke luar kota bawaannya paling banyak. Ransel penuh seperti kantong doraemon. Segala dibawa.
Habis libur 4 hari. Kemaren sms mba Anti, katanya dia lagi di yogya. Iseng aku sms dia.
aku: Mbak, aku mau ke Klaten ni, mbak Anti masih di yogya?
dia: Tadi pagi jam 07.15 WIT mendarat di Jayapura. Belum jodoh kita tuk jumpa lagi, sayang.
aku: L
Tapi acara selesai sebelum jam 12. Kupikir gak ada salahnya ke Yogya walaupun mbak Antiku sudah balik ke Papua. Pengin jalan di Malioboro, atau ke Beringharjo beli gorden, kalau sempat.
So setelah acara aku memisahkan diri dari rombongan. Naik bis ke Yogya, bayarnya 4000 rupiah. Ternyata emang deket, nggak sampai setengah jam. Aku sempat nanya penumpang di sebelahku, kalau mau ke Malioboro turun di mana trus dilanjut naik apa?
Katanya, turun di Janti trus naik jalur 04. Aku manggut-manggut. OK, aku akan turun di Janti, tapi setelah itu naik taksi.
Sampai juga di Malioboro. Langsung di malnya. Musti ambil uang dulu di ATM. Di lobinya ada konter batik. Ada yang menarik, jadi aku beli satu (yang setelah di rumah baru sadar di labelnya ditulis model:ABG, size:S. ABG…)
Baru mau keluar nyeberang, aku lihat dua orang berdiri di depan M*D, nenteng kresek Mata***i. Eh, itu kan… Masa? Kok…? Gak mungkin…!
Sedetik kemudian orang itu melihat ke arahku. Aku hanya menunjuk ke arahnya, sambil ternganga. Dia tersenyum dan sama ternganganya. Kuhampiri, dan salaman, dan..
”Eh, kok di sini?”
”Lho, kamu ngapain?”
Orang ini sebelumnya aku kenal di dunia maya karena suatu ketidaksengajaan yang menggelikan. Tinggalnya di Papua, dan bertemu dengannya , apalagi secara tidak sengaja, adalah hal terakhir yang mungkin terlintas di kepala. Selama ini komunikasi lewat YM yang belum tentu seminggu sekali. Jadi temen di Friendster tapi juga gak ada interaksi, paling saling intip profile (sampai bintitan…) Pernah sih dia bilang, ”Someday aku akan main ke Semarang”, but of course aku tahu itu cuma basa-basi…..
Rupanya dia sedang ada e-learning selama 4 hari di Yogya.
Ini adalah kali kedua dalam bulan ini aku bertemu secara tidak sengaja dengan orang yang tidak kusangka akan kutemui. Bahkan aku cenderung mengatakan tidak mungkin.
Apa yang tidak mungkin di dunia ini? Jangan pernah bilang ’tidak mungkin’