Some one to believe in.

Dulu, ada orang yang sama sekali tidak ingin aku dengarkan. Apapun katanya, aku tidak ingin dengar. Aku tidak percaya padanya. Menurutku dia aneh, jalan pikirannya, kebiasaannya. Kami benar-benar tidak punya kesamaan ide. Kami datang dari komunitas yang berbeda, dengan jalan pikiran yang berbeda.

Once, there was some one that I didn’t want to hear. No matter what she said. I just didn’t want to. Because I didn’t believe in her. I thought she was weird, her thoughts and habits. We really didn’t have any same idea. W e came from different communities, different ways of think, we were just so different at all. Masalahnya, dia selalu memaksa aku mengikuti jalan pikirannya, di semua hal. Dia bilang aku harus begini, atau jangan begitu. Dia menyuruhku melakukan ini, atau jangan melakukan itu. Dia marah kalau aku tidak mau, dan aku muak. The problem was she always determined to make me think the way she did. In any ways. She told me to be like this, or not to be like that. Asked me to do this, or don’t do that. She got angry if I didn’t agree, and I got sick of it.

Perlahan kami bisa saling mengerti. Aku mencoba untuk percaya, dan dia mengurangi dominasinya atas aku. Aku dengarkan apa yang bisa aku terima, dan kuabaikan yang tidak. Dan dia bisa menerimanya. Sekarang semua baik-baik saja. Tapi butuh waktu lama untuk itu, sangat lama. Kalau saja kami tidak punya cukup kesabaran, kami tidak akan bisa seperti sekarang, jadi teman.

Slowly we understood one another. I tried to believe her, and she reduced her dominance on me. And so, I started to listen to her. I took what I could accept, and I would just ignore what I couldn’t. And she’s ok with that. Things are going well now. But it took time. Long time. If only both of us didn’t have enough patience, we wouldn’t be just like the way we are now. Be friends.

Aku sendiri memahami, sulit untuk mendengarkan seseorang, kalau dari awal sudah tidak mempercayainya. Memang selalu sulit buatku untuk percaya pada seseorang, dan lebih sulit lagi untuk membuat orang percaya padaku. Dan itu menyakitkan. Sebagian dari kita menilai seseorang hanya dari kesan pertama. Dan biasanya aku tidak bisa memberi yang terbaik.

I can understand how hard it is to listen to someone, when you don’t have faith in from the beginning. It’s always so hard for me to believe in somebody, and even harder to make someone to believe in me. And it hurts. Some of us judge people by the first impressions. And I usually never give the best one.

Dalam suatu kumpulan, ketika aku butuh mereka untuk percaya padaku, kadang aku justru memberi kesan pertama yang buruk. Kalau sudah begitu, perlu waktu untuk memperbaiki, Untung kalau bisa. Bagaimana kalau tidak? Bagaimana kalau mereka tidak peduli, dan begitu saja menyimpulkan aku bukan yang mereka butuhkan? Bagaimana kalau mereka menginginkan aku pergi saat itu juga?

In a group of people, just when I need them to believe in me, I sometimes give a bad first impression. In that case, it always need time to fix it up. I would be lucky if I got some. But what if I didn’t? What if they just don’t’ care, and think I’m not the one they need? What if they just swipe me at the time?

Leave a Reply