HUJAN (I do like the rain)

ini jelas sama sekali bukan aku

tapi bayangkan kalau ada seseorang yang bisa begini….

(dan ini juga bukan ditulis olehku)

Aku tak pernah bisa membenci hujan
hujan sering menghambatku
memupus harapan dan jalinan janji-janji
menunggu lama karena hujan kacaukan jadwal
batal bertemu rekan akibat basah terguyur hujan
mengotori diriku karena lumpur yang dibuatnya
bahayakan diriku melayang di udara

Aku tetap masih menyukai hujan
memandang titik-titiknya menetes
di jendela kendaraan
di jendela rumah
lalu merembes di tanah lembut
atau genangi sesuatu

Hujan turun dari langit
titik-titik air menghujam ke bawah
basahi bumi dan isinya
berikan kehidupan bagi kekeringan
tumbuhkan segala manfaat bagi kita semua

Hujan tak pernah peduli
sebaik apa pun hasil
seburuk apa pun akibat
Hujan memberikan seluruhnya dengan rela

Aku selalu merasa ingin seperti hujan
tugasnya purna saat memberi
tulus ketika lakukan
bahagia datang pada saat tuntas

Aku selalu kagum pada hujan
berbagi meski berarti korbankan diri
tak pernah hujan berharap hasil
tak pula bersyarat

Aku bersyukur dengan sedikit kelebihan yang kumiliki
Aku bahagia saat mampu membagi dan memberi itu
Bertahun aku melatih diriku
   berbagi tanpa syarat
   memberi tanpa meminta

Mungkin akulah hujan
Mungkin pula hanya obsesi terlampau tinggi

Jelas bagi diriku,
tak mungkin memaksaku menuntut apa pun
dari apa yang akan dan ingin kubagi
dari apa yang akan dan ingin kuberi

Bahagiaku saat memberi
Gembiraku saat berbagi
Sudah tak kubutuhkan lagi sukacita lain
Tak kumiliki keinginan lain

Cinta? Sayang?
Entahlah apa yang orang katakan tentang itu
bagiku tuntas semuanya ketika mencintai
bagiku purna segalanya ketika menyayangi

Bisa jadi benar akulah hujan…
tak pernah bisa
tak pernah ingin
meminta dan berharap
dari rasa cinta yang telah kuberikan
cintaku tak pernah bersyarat

Aku sungguh-sungguh menyukai hujan.

22.2.2008
RII

Leave a Reply