La Triwulan Dari
July 26th, 2008 by l-manoharakok mutusnya gitu?
bukan Latri Wulandari?
bukan lah… La Triwulan Dari maksudnya adalah La yang mblokek ngerjain laporan triwulan…
alhamdulillah udah selesai
kok mutusnya gitu?
bukan Latri Wulandari?
bukan lah… La Triwulan Dari maksudnya adalah La yang mblokek ngerjain laporan triwulan…
alhamdulillah udah selesai
kasihan banget blog ini
hihi….
terlantar
karena keasikan ngeblog di random, blog-ibu-ibu, ocehan-orang-gila, sok-puitis, pendongeng-yang-ngebosenin
habis ngeblog di FS repooot…..
udah gitu yang baca terbatas, hihihi…
padahal aku kan pengen terkenal!
kalau jumat harusnya pulang jam 11. dulu waktu masih di sekretariat, bisa tepat waktu. sejak setahun yang lalu, setelah pindah lantai, gak bisa begitu. boro-boro jam 11, bisa pulang ba’da jumatan udah bagus.
hari ini aku rindu pulang jam 11. kebetulan bos ada rapat, jadi aku melarikan diri. ada temen yang mau nraktir makan siang, gak boleh dilewatkan. udah kangen banget dengerin celotehannya yang tidak pernah bernada duka. yess!
jam 18.00 ada sms dari bos: besok masuk jam 09.30, bantuin revisi apbn.
gubrakk!!
(*hiks, hari sabtu kan harusnya off….)
Aku terhempas di atas tempat duduk. Dulu, waktu ayahku kehabisan nama untukku, aku menemukan potongan berita di majalah Aktuil tentang wanita Italia yang mengancam terjun dari tiang telepon jika Elvis presley tak membalas suratnya. Nama perempuan itu Andrea Galliano. Nama depannya itu kuambil sendiri menjadi namaku. Dengan logika apapun tak dapat kujelaskan bahwa beberapa menit yang lalu aku baru saja bersalaman dengan Andrea Gallilano. Di tempat yang sangat jauh dari rumahku, di sudut Milan, kutemukan lagi sepotong kecil mozaik hidupku. …
edensor: 258
‘dik… KPDE kosong? BPM juga… lho ini juga… waduh diisi dari sini dulu aja deh. daripada.. ‘
‘dik ada kalkulator?’ kuambilkan dari tas, kusodorkan. tapi… ‘pencetkan. satu-kosong-sembilan-lima-empat, dikurangi….’
‘dik, aku dibikinin folder…’
‘dik, gimana ngilangin garis ini?’
‘dik, desa mana itu yang … tolong bukain lagi file…’
…
uh…
…
aku punya kebiasaan ngeprint segala sesuatu yang masih draft, di kertas bekas. artinya yang sudah terpakai satu sisi.
begitu semrawutnya. aku menghadapi tiga file sekaligus. dan tumpukan data yang harus dientry. tiba-tiba aku kehilangan seberkas data. aduh… di mana ya?
lalu aku ingat, ketika aku ngeprint draft ’surat x’ aku memakai ‘kertas bekas’ yang harus kubuka snelhector-nya. kuintip. astaghfirullah, benar saja….
oh… I need a break!
tanggal 5-6 mau ujian
empat buah buku belum dibuka, berdebu selama setahun di rak nggak pernah tersentuh
harus latihan
nafas udah bener-bener pendek
stamina buruk
otot kendor semua
wish me luck!!
Hari ini harus ke Klaten. Seperti biasa, kalo mau ke luar kota bawaannya paling banyak. Ransel penuh seperti kantong doraemon. Segala dibawa.
Habis libur 4 hari. Kemaren sms mba Anti, katanya dia lagi di yogya. Iseng aku sms dia.
aku: Mbak, aku mau ke Klaten ni, mbak Anti masih di yogya?
dia: Tadi pagi jam 07.15 WIT mendarat di Jayapura. Belum jodoh kita tuk jumpa lagi, sayang.
aku: L
Tapi acara selesai sebelum jam 12. Kupikir gak ada salahnya ke Yogya walaupun mbak Antiku sudah balik ke Papua. Pengin jalan di Malioboro, atau ke Beringharjo beli gorden, kalau sempat.
So setelah acara aku memisahkan diri dari rombongan. Naik bis ke Yogya, bayarnya 4000 rupiah. Ternyata emang deket, nggak sampai setengah jam. Aku sempat nanya penumpang di sebelahku, kalau mau ke Malioboro turun di mana trus dilanjut naik apa?
Katanya, turun di Janti trus naik jalur 04. Aku manggut-manggut. OK, aku akan turun di Janti, tapi setelah itu naik taksi.
Sampai juga di Malioboro. Langsung di malnya. Musti ambil uang dulu di ATM. Di lobinya ada konter batik. Ada yang menarik, jadi aku beli satu (yang setelah di rumah baru sadar di labelnya ditulis model:ABG, size:S. ABG…)
Baru mau keluar nyeberang, aku lihat dua orang berdiri di depan M*D, nenteng kresek Mata***i. Eh, itu kan… Masa? Kok…? Gak mungkin…!
Sedetik kemudian orang itu melihat ke arahku. Aku hanya menunjuk ke arahnya, sambil ternganga. Dia tersenyum dan sama ternganganya. Kuhampiri, dan salaman, dan..
”Eh, kok di sini?”
”Lho, kamu ngapain?”
Orang ini sebelumnya aku kenal di dunia maya karena suatu ketidaksengajaan yang menggelikan. Tinggalnya di Papua, dan bertemu dengannya , apalagi secara tidak sengaja, adalah hal terakhir yang mungkin terlintas di kepala. Selama ini komunikasi lewat YM yang belum tentu seminggu sekali. Jadi temen di Friendster tapi juga gak ada interaksi, paling saling intip profile (sampai bintitan…) Pernah sih dia bilang, ”Someday aku akan main ke Semarang”, but of course aku tahu itu cuma basa-basi…..
Rupanya dia sedang ada e-learning selama 4 hari di Yogya.
Ini adalah kali kedua dalam bulan ini aku bertemu secara tidak sengaja dengan orang yang tidak kusangka akan kutemui. Bahkan aku cenderung mengatakan tidak mungkin.
Apa yang tidak mungkin di dunia ini? Jangan pernah bilang ’tidak mungkin’